Setiap artikel boleh dicopy dan disebarluaskan, tetapi hendaknya dengan menyertakan link tulisan kami ini. Terima kasih.
Doa Untuk Negeriku

Doaku menyertai saudara-saudaraku
yang sedang berkumpul untuk berdoa demi keselamatan negeri ini. Semoga rahmat Allah menyertai kalian,
menurunkan ketentraman dan ketenangan kepada kalian. Mengabulkan semua
permintaan kalian demi kebaikan bangsa ini.
Dari lubuk hati terdalam, sebenarnya
hati ini ikut terluka. Satu orang telah memporak-porandakan persatuan bangsa
ini. Satu orang telah membuat kacau keadaan. Tetapi anehnya justru melempar
kesalahan kepada orang lain. Ahli memutarbalikkan fakta. Faktanya sebelum dia
ada di wilayah Jakarta, keadaan tenang-tenang saja.
Sebenarnya kami akan diam seandainya
tidak mengkhawatirkan perkembangan generasi muda. Sikapnya telah menjadi
panutan sebagian generasi muda, yang mengidolakan ketegasannya. Tetapi ketegasan
yang baik tidaklah ngawur. Ketegasan yang benar tidaklah liar. Ketegasan sangat
beda dengan kekasaran. Ketegasan tidak berarti berdiri angkuh, berkacak
pinggang, menghardik orang yang lebih tua, apalagi ulama.
Rasul sering diberitahu
oleh Malaikat Jibril tentang berita-berita yang akan terjadi, mengenai keadaan
umat beliau. Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a seperti halnya Rasul,
juga sering mendapatkan berita-berita masa depan melalui Malaikat Jibril, baik yang
berkaitan dengan murid-muridnya maupun yang berkaitan dengan umat islam pada
umumnya. Tetapi sikap dua orang pilihan ini tidaklah apatis, tidaklah diam. Karena
mereka berdua tahu persis, berita yang datang merupakan ujian. Allah hendak
mengetahui sikap mereka berdua terhadap berita tersebut, apakah perduli.
Rasul menerima berita keadaan umat
beliau di akhir zaman, yang begitu memilukan, menangis sesunggukan. Beliau menengadahkan
tangan, berdoa, meratap dengan penuh kerendahan hati sebagai seorang hamba,
memohon belas kasihan Allah. Dengan uraian air-mata beliau mengetuk pintu
langit, memohon kelembutan Allah demi keselamatan umatnya. Ummati .. ummati ..
Yaa Rabb. Salimna .. salimna wal Muslimin. Apakah doa beliau terkabul? Terkabul saudaraku,
tidak di dunia ini tetapi di akherat kelak. Umat beliau (tentunya yang mempunyai
iman, biapun sebesar Dzarroh), yang mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallah
dengan kesadaran, tidak dengan main-main, semua masuk surga berkat syafa’at
beliau. Hanya saja yang banyak dosanya tetap harus mampir dulu ke neraka karena
surga tidak bisa disentuh kecuali dengan kesucian. Akan disucikan dulu di
neraka, digelontor dosa-dosanya hingga bersih. Dan panas api neraka tidaklah
terkira, ribuan kali panas api di dunia.
Sayyidina Syaikh Abdul Qodir ra,
menerima berita tentang nasib salah satu muridnya. Beliau mendapatkan berita
bahwa muridnya tersebut akan meninggal dunia, terbunuh dalam suatu perjalanan
dagang, dirampok oleh segerombolan penjahat. Bagaimana sikap beliau? Apakah beliau
hanya memberi kabar muridnya tersebut dengan ucapan, “heh le tole, besok kamu
mati dibunuh begal. Jangan sedih ya, tetap tegar. Semangat menatap kematian. Siapkan
bekal kematianmu. Ikhlas menerima takdirNya.” Tidak saudaraku, tidak begitu
ucapan Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a. Beliau prihatin, ikut sedih
menerima berita apa yang akan terjadi terhadap muridnya. Prihatin dan sedih
tidak berarti menolak takdir. Menolak takdir adalah marah terhadap
ketentuanNya. Tidak rela dengan ketentuanNya. Tetapi selama takdir belum
terjadi dan mengetahui bahwa apa yang akan terjadi tersebut merugikan umat,
usaha untuk merubah takdir tersebut tanpa ada rasa marah kepada Allah tidaklah
mengapa. Bahkan dalam beberapa kasus hal tersebut merupakan bentuk pancingan
dari Allah. Allah hendak melihat rasa sayang dan kelembutan yang dimiliki oleh
kekasihNya, seperti kasus Rasulullah saw yang menerima berita umatnya.
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
“Allah menghapuskan apa yang Dia
kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat
Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar Ra’d 39)
Apakah Syaikh Abdul Qodir Al
Jailani r.a berhasil merubah takdir muridnya? Berhasil saudaraku. Beliau mendapatkan
kerelaan Allah (setelah memanjatkan doa selama tujuh hari). Muridnya tidak jadi
meninggal dunia. kejadian meninggal dunia dipindah hanya terjadi di alam mimpi.
Begitulah
sikap wali sejati. Begitulah sikap orang-orang yang benar-benar mempunyai
kelembutan. Begitulah sikap orang-orang yang pantas mengemban amanat sebagai
pengayom umat. Kalau bisanya hanya memberitahu orang tentang kejadian buruk
yang akan menimpa tanpa mau mencegahnya, buat apa??? Beberapa dukun dan
paranormal juga bisa seperti itu. Karena beberapa syaitan ada yang berhasil
mencuri berita langit dan mengabarkannya kepada dukun dan paranormal tersebut.
Saudaraku,
marilah bersama-sama menengadahkan tangan, demi kebaikan bangsa ini. Semoga doa
kita bersama di kabulkan Allah, Rabb seluruh alam,
Bismillahir Rahmanir Rahim
Alhamdulillahi Rabbil Alamin
Was sholatu wa salamun ‘ala
Asyrofil Ambiya’i wal Mursalin,
Sayyidina Muhammadin
Wa ‘ala alihi wa ashabihi ajmain
Yaa Hannanu Yaa Mannan
Yaa Badi’as Samawati wal Ardh
Yaa Hayyu Yaa Qayyum
Yaa Dzal Jalaali wal Ikram
YAA RABB
Selamatkanlah umat islam
Khususnya umat islam di negeri
kami
Lenyapkanlah segala fitnah
Musnahkanlah segala tipu daya
Yang hendak memecah belah kami
Dan menghancurkan tanah-air kami
YAA RABB
Engkau yang tahu segala rencana
Musnahkanlah kekuatan
Runtuhkan semua rencana
Dari orang-orang yang berhati
keji lagi rakus
Hendak menguasai negeri kami
Menguras habis kekayaan tanah-air
kami
YAA RABB
Engkau yang menguasai segala ruh
Engkau yang menundukkan segala
sesuatu
Jadikan tunduk setiap orang
Yang menyimpan keinginan
menguasai negeri ini
Jadikan sadar dan insyaf
Orang-orang yang menyembunyikan kerakusannya
Dalam topeng kemunafikan
YAA RABB
Engkau Maha Lembut
Bersikaplah lembut kepada kami
Turunkan kelembutanMu untuk
negeri kami
Hindarkanlah setiap jengkal
wilayah negeri ini
Dari kekuasaan kaum yang zholim
Istajib du’a ana Yaa Kariim
Innaka Malikum Muqtadir
Wa maa tasya’uhu min amriy yakunu
Yaa Man idza arodha syai’an
ayyaqula lahu kun fa yakun
Wa sholallahu ‘ala Habibika,
Sayyidina Muhammadin
Wa ‘ala alihi wa shohbhi wa sallim
Alhamdulillahi rabbil 'Alamin
Bisirrin Nabi
Walin Nabi
Bissirril Fatihah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar