islam,mahkota islam,moslem,muslim,solusi,solution,sains,technology,teknologi,quran,nusantara

Sabtu, 11 Februari 2017


Setiap artikel boleh dicopy dan disebarluaskan, tetapi hendaknya dengan menyertakan link tulisan kami ini. Terima kasih.
Doa Untuk Negeriku
    



          Doaku menyertai saudara-saudaraku yang sedang berkumpul untuk berdoa demi keselamatan negeri ini. Semoga rahmat Allah menyertai kalian, menurunkan ketentraman dan ketenangan kepada kalian. Mengabulkan semua permintaan kalian demi kebaikan bangsa ini.
            Dari lubuk hati terdalam, sebenarnya hati ini ikut terluka. Satu orang telah memporak-porandakan persatuan bangsa ini. Satu orang telah membuat kacau keadaan. Tetapi anehnya justru melempar kesalahan kepada orang lain. Ahli memutarbalikkan fakta. Faktanya sebelum dia ada di wilayah Jakarta, keadaan tenang-tenang saja.
          Sebenarnya kami akan diam seandainya tidak mengkhawatirkan perkembangan generasi muda. Sikapnya telah menjadi panutan sebagian generasi muda, yang mengidolakan ketegasannya. Tetapi ketegasan yang baik tidaklah ngawur. Ketegasan yang benar tidaklah liar. Ketegasan sangat beda dengan kekasaran. Ketegasan tidak berarti berdiri angkuh, berkacak pinggang, menghardik orang yang lebih tua, apalagi ulama.
            Rasul sering diberitahu oleh Malaikat Jibril tentang berita-berita yang akan terjadi, mengenai keadaan umat beliau. Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a seperti halnya Rasul, juga sering mendapatkan berita-berita masa depan melalui Malaikat Jibril, baik yang berkaitan dengan murid-muridnya maupun yang berkaitan dengan umat islam pada umumnya. Tetapi sikap dua orang pilihan ini tidaklah apatis, tidaklah diam. Karena mereka berdua tahu persis, berita yang datang merupakan ujian. Allah hendak mengetahui sikap mereka berdua terhadap berita tersebut, apakah perduli.
            Rasul menerima berita keadaan umat beliau di akhir zaman, yang begitu memilukan, menangis sesunggukan. Beliau menengadahkan tangan, berdoa, meratap dengan penuh kerendahan hati sebagai seorang hamba, memohon belas kasihan Allah. Dengan uraian air-mata beliau mengetuk pintu langit, memohon kelembutan Allah demi keselamatan umatnya. Ummati .. ummati .. Yaa Rabb. Salimna .. salimna wal Muslimin. Apakah doa beliau terkabul? Terkabul saudaraku, tidak di dunia ini tetapi di akherat kelak. Umat beliau (tentunya yang mempunyai iman, biapun sebesar Dzarroh), yang mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallah dengan kesadaran, tidak dengan main-main, semua masuk surga berkat syafa’at beliau. Hanya saja yang banyak dosanya tetap harus mampir dulu ke neraka karena surga tidak bisa disentuh kecuali dengan kesucian. Akan disucikan dulu di neraka, digelontor dosa-dosanya hingga bersih. Dan panas api neraka tidaklah terkira, ribuan kali panas api di dunia.
            Sayyidina Syaikh Abdul Qodir ra, menerima berita tentang nasib salah satu muridnya. Beliau mendapatkan berita bahwa muridnya tersebut akan meninggal dunia, terbunuh dalam suatu perjalanan dagang, dirampok oleh segerombolan penjahat. Bagaimana sikap beliau? Apakah beliau hanya memberi kabar muridnya tersebut dengan ucapan, “heh le tole, besok kamu mati dibunuh begal. Jangan sedih ya, tetap tegar. Semangat menatap kematian. Siapkan bekal kematianmu. Ikhlas menerima takdirNya.” Tidak saudaraku, tidak begitu ucapan Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a. Beliau prihatin, ikut sedih menerima berita apa yang akan terjadi terhadap muridnya. Prihatin dan sedih tidak berarti menolak takdir. Menolak takdir adalah marah terhadap ketentuanNya. Tidak rela dengan ketentuanNya. Tetapi selama takdir belum terjadi dan mengetahui bahwa apa yang akan terjadi tersebut merugikan umat, usaha untuk merubah takdir tersebut tanpa ada rasa marah kepada Allah tidaklah mengapa. Bahkan dalam beberapa kasus hal tersebut merupakan bentuk pancingan dari Allah. Allah hendak melihat rasa sayang dan kelembutan yang dimiliki oleh kekasihNya, seperti kasus Rasulullah saw yang menerima berita umatnya.
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar Ra’d 39)
Apakah Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a berhasil merubah takdir muridnya? Berhasil saudaraku. Beliau mendapatkan kerelaan Allah (setelah memanjatkan doa selama tujuh hari). Muridnya tidak jadi meninggal dunia. kejadian meninggal dunia dipindah hanya terjadi di alam mimpi.
            Begitulah sikap wali sejati. Begitulah sikap orang-orang yang benar-benar mempunyai kelembutan. Begitulah sikap orang-orang yang pantas mengemban amanat sebagai pengayom umat. Kalau bisanya hanya memberitahu orang tentang kejadian buruk yang akan menimpa tanpa mau mencegahnya, buat apa??? Beberapa dukun dan paranormal juga bisa seperti itu. Karena beberapa syaitan ada yang berhasil mencuri berita langit dan mengabarkannya kepada dukun dan paranormal tersebut.
            Saudaraku, marilah bersama-sama menengadahkan tangan, demi kebaikan bangsa ini. Semoga doa kita bersama di kabulkan Allah, Rabb seluruh alam,
Bismillahir Rahmanir Rahim
Alhamdulillahi Rabbil Alamin
Was sholatu wa salamun ‘ala Asyrofil Ambiya’i wal Mursalin,
Sayyidina Muhammadin
Wa ‘ala alihi wa ashabihi ajmain
Yaa Hannanu Yaa Mannan
Yaa Badi’as Samawati wal Ardh
Yaa Hayyu Yaa Qayyum
Yaa Dzal Jalaali wal Ikram
YAA RABB
Selamatkanlah umat islam
Khususnya umat islam di negeri kami
Lenyapkanlah segala fitnah
Musnahkanlah segala tipu daya
Yang hendak memecah belah kami
Dan menghancurkan tanah-air kami
YAA RABB
Engkau yang tahu segala rencana
Musnahkanlah kekuatan
Runtuhkan semua rencana
Dari orang-orang yang berhati keji lagi rakus
Hendak menguasai negeri kami
Menguras habis kekayaan tanah-air kami
YAA RABB
Engkau yang menguasai segala ruh
Engkau yang menundukkan segala sesuatu
Jadikan tunduk setiap orang
Yang menyimpan keinginan menguasai negeri ini
Jadikan sadar dan insyaf
Orang-orang yang menyembunyikan kerakusannya
Dalam topeng kemunafikan
YAA RABB
Engkau Maha Lembut
Bersikaplah lembut kepada kami
Turunkan kelembutanMu untuk negeri kami
Hindarkanlah setiap jengkal wilayah negeri ini
Dari kekuasaan kaum yang zholim
Istajib du’a ana Yaa Kariim
Innaka Malikum Muqtadir
Wa maa tasya’uhu min amriy yakunu
Yaa Man idza arodha syai’an ayyaqula lahu kun fa yakun
Wa sholallahu ‘ala Habibika, Sayyidina Muhammadin
Wa ‘ala alihi wa shohbhi wa sallim
Alhamdulillahi rabbil 'Alamin
Bisirrin Nabi
Walin Nabi
Bissirril Fatihah


    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

islam,mahkota islam,moslem,muslim,solusi,solution,sains,technology,teknologi,quran,nusantara